Minggu, 28 Oktober 2012

Seri Tutorial Rational Rose: Statechart Diagram


Statechart diagram merupakan model perilaku yang dinamis dari class secara individual maupun beberapa bentuk dari obyek. Semua itu menunjukkan deretan dari state yang dilakukan obyek melalui event yang menyebabkan sebuah transisi dari satu ke aktifitas yang lain, dan beberapa aksi yang menghasilkan dari satu state atau aktifitas yang berubah. Statechart diagram fokus pada state dan secara bentuk digunakan untuk memodelkan tahapan yang nampak terpotong-potong dari sebuah aktivitas yang kontinyu dari obyek. Diagram ini memiliki hubungaan yang tetrtutup dengan activity diagram. Activity diagram fokus pada aktifitas dan pada pemodelan deretan aktivitas dari proses.

Komponen statechart dapat terdiri dari beberapa komonen seperti:
State  
Decision  
Transition  
State Start  
State End  



Setiap state menyatakan sebuah keadaan yang diberi nama ketika sebuah obyek  merasa mantap dengan beberapa  keadaan atau mengunggu beberapa kejadian.
 Sebuah statechart diagram biasanya terdiri dari satu start state dan banyak end state.
Transition menghubungkan beberapa state dalam diagram
Decision menyatakan sebuah lokasi khusus pada statechart diagram dimana sederetan aktivitas dapat bercabang bertujuan untuk pada pengamanan keadaan. Cabang keluaran dari Condision dapat lebih dari dua, tetapi biasanya sebagian besar hanya berisi dua keluaran yang menyatakan bilangan biner.

Sebuah Activity menyatakan bentuk dari sebuah tugas atau perwakilan kerja dari sederetan aktivitas. Activiy dapat juga menyatakan pelaksanaa dari sebah statement dalam sebuah procedure. Nama activity harus unik dengan aktivitas khusus yang dilakukan, jika ada nama yang sama maka itu dianggap merupakan activity yang sama.

Membuat Statechart Diagram
1. Click kanan pada elemen model yang diperlukan untuk atribut, association, atau elemen model yang tampil di browser componen view.
2. Pilih New  statechart Diagram.



Gambar Membuat Statechart Diagram dari Class

Penambahan State
1. Pilih State    dari toolbox pada toolbar.
2. Click pada statechart diagram dimana state harus berada.
Atau
1. Pilih Tools  Create  State.
2. Click pada statechart diagram dimana  state harus berada.

Penambahan detail State
Actions on states can occur at one of four times: on entry, on exit, do, or on event.
State memiliki informasi tentang aksi yang harus dilakukan. Ada dua tipe aksi yang dilakukan yaitu:
Action (on entry, on exit, do, atau on event)
Send Event

Menambah sebuah aksi
1. Pilih State yang ingin dimodifikasi
2. Buka window Specification dari state terpilih: Click kanan Open Specification
3. Pilih Action
4. Click kanan pada kotak Action
5. Pilih Insert dari menu pop up
6. Click dobel new action yang terbentuk atau click kanan  specification
7. Masukkan aksi dalam field Action (Action atau Send event)
8. Masukkan waktu pelaksanaan action:
On Entry : untuk Entry action
On Exit : untuk Exit action
On Event : untuk Event



Gambar Membuka window State Specification




Gambar Menambah Action pada Specification.



Gambar Menambah Action pada Specification.

Penambahan Transisi
Transition merupakan pergerakan dari satu state ke yang lain. Menset transitionspada diagram menggambarkan bagaimana obyek bergerak dari stau state ke state yang lain. Transition juga dapat terjadi membalik ke diri sendiri.

Membuat transition:
1. Pilih icon Transition   dari toolbar.
2. Click pada state sebagia awal transition.
3. Drag garis transition ke state dimana transition harus berakhir.

Membuat reflexive transition:
1. Pilih icon  Transition to Self    dari toolbar.
2. Click pada state dimana reflexive transition yang harus terjadi.
atau
1. Pilih Tools  Create  Loop.
3. Click pada state dimana reflexive transition yang harus terjadi.
atau
1. Pilih icon Transition dari toolbar.
2. Click pada state yang terjadi reflexive transition .
3. Drag garis transition keluar dari state  Click sekali Drag ke state awal garis transition.

Menambahkan dokumentasi transition:
1. Click dobel  pada transition yang diinginkan untuk membuka window specification.
2. Pilih General.
3. Ketikkan dokumentasi pada field Documentation.

Menambahkan Special State
Ada dua tipe special state yang dapaat ditambahkan ke diagram yaitu: Start stae dan Stop state.
Start state
1. Pilih icon  Start State    dari toolbar.
2. Click pada the statechart diagram dimana Start State harus dinyatakan.
Stop state
1. Pilih icon End State    dari toolbar.
2. Click pada statechart diagram dimana End State harus diletakkan.

Menggunakan Nested States
1. Pilih State dari toolbar.
2. Click pada state dimana  untuk membuat new state dalam state tersebut.

Penambahan decision
1. Pilih icon decison    dari toolbar.
2. Click pada statechart diagram dimana Decison harus diletakkan.

Penambahan Synchronization
1. Pilih icon horizontal Synchronization     dari toolbar.
2. Click pada statechart diagram dimana horizontal Synchronization  harus diletakkan.

Catatan:
Jika icon pada toolbar yang diinginkan belum ada dapat dilakukan penambahan dengan cara sebagai berikut:
Cick kanan pada toolbarCustomizepilih icon yangh diinginkan dari sebelah kiriAdd  close

Tidak ada komentar:

Posting Komentar