Senin, 30 April 2012

Data Flow Diagram

Pemodelan sistem informasi sering dilakukan dengan menggunakan DFD (Data Flow Diagram). Sebelum berkembang pemodelan berorientasi obyek yang menggunakan UML, maka tools DFD sangat sering digunakan. Dalam hubungan dengan metodologi pengembangan sistem informasi maka DFD sering digunakan pada metode Waterfall.
O’brien (1999) menjelaskan bahwa DFD merupakan diagram yang mendemonstrasikan cara data diproses oleh system . Bocij, Chaffey, Greasley, dan Hickie (2003) menjelaskan  diagram konteks merupakan pola penggambaran yang berfungsi untuk memperlihatkan interaksi sistem informasi tersebut dan lingkungan di mana sistem tersebut ditempatkan.
Simbol-simbol yang digunakan dalam DFD menurut DeMarco dan Yourdon, adalah sebagai berikut:



Gambar Simbol-Simbol DFD
Sumber:  Bentley & Whitten, System Analysis and Design for the Global Enterprise 7th ed, 2007

Penjelasan simbol-simbol tersebut dikutip dari McLeod (2001):
1) Arus Data (Data Flow) merupakan kumpulan elemen-elemn data, yang berhubungan secara logis yang bergerak dari satu titik atau process ke titik atau proses lain. Tanda panah menyatakan arah hubungan antar elemen data tersebut
2) Entitas Eksternal (External Entity(, yakni entitas yang berada diluar sistem, tetapi bisa memberikan masukan bagi sistem dan menerima keluaran dari sistem.
3) Proses (Process), adalah sesuatu yang mengubah masukan menjadi keluaran. Tiap proses memiliki satu atau lebih data masukan dan menghasilkan satu atau lebih data keluaran.
4) Penyimpanan Data (Data Storage). Dalam istilah DFD, data store adalah merupakan suatu tempat penyimpanan data.

Berikut adalah aturan mengenai penggambaran Diagram Konteks dan DFD level-n:
Aturan Diagram Konteks:
1. Gunakan satu simbol proses
2. Berikan nama atau label pada simbol proses tersebut untuk menggambarkan seluruh sistem.
3. Tidak menomori simbol proses tersebut.
4. Menyertakan semua extenal entity dari sistem.
5. Menunujukkan semua data flow antara teminator dan sistem.

Aturan Diagram Gambar-n
Diagram gambar-n mendokumentasikan satu proses DFD secara lebih tinggi. Huruf n menggambarkan jumlah proses pada tingkat selanjutnya yang lebih tinggi yang sedang didokumentasikan.
Tahapan Pembuatan DFD
1. Beri label tiap arus data (data flow) dengan nama yang unik.
2. Jaga agar nama arus data tetap dari satu tingkat ke tingkat lain.
3. Tunjukkan penempatan yang tepat bagi catatan-catatan yang dihapuskan dari penyimpanan data.
4. Saat mendokumentasikan program komputer jangan menyertakan proses membaca dan menulis.
5. Hindari proses membaca saja (read-only process).
6. Proses membaca saja diijinkan jika waktu berfungsi sebagai pemicu


Aturan Penggambaran DFD


Berikut saya berikan contoh langkah-langkah untuk menggambar DFD:
1) Menggambar Functional decomposition diagram (FDD)
2) Menggambar Context DFD (Level 0)
3) Menggambar DFD Level 1
4) Menggambar DFD Level 2 … Level n (Event diagrams)
Contoh kasus adalah sebuh Proses Sales Processing!

Gambar FDD


Gambar Context Diagram



Gambar DFD Level 1


Gambar DFD Level 2



Sebuah contoh lainnya tentag Pemodelan menggunakan DFD dapat dilihat disini ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar